PAPER
DAMPAK INDUSTRIALISASI
PARIWISATA TERHADAP KEMISKINAN MASYARAKAT PESISIR
Disusun
Guna Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah : Manajemen Bisnis Islam
Dosen
Pengampu : M. Arif Hakim

Disusun
Oleh :
1.
Ahmad Burhanuddin (1320310200)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
NEGERI KUDUS
JURUSAN SYARI’AH DAN
EKONOMI ISLAM/ MBS
TAHUN 2015
DAMPAK
INDUSTRIALISASI PARIWISATA TERHADAP KEMISKINAN MASYARAKAT PESISIR
DATA
DAN FAKTA
A.
Pengertian
pariwisata
Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh
berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha,
Pemerintah dan Pemerintah Daerah.
Sesungguhnya, pariwisata telah
dimulai sejak dimulainya peradaban manusia itu sendiri, ditandai oleh adanya
pergerakan manusia yang melakukan ziarah dan perjalanan agama lainnya. Dalam
melakukan kegiatan wisata, wisatawan dipengaruhi oleh faktor pendorong dan
faktor penarik. Faktor pendorong merupakan faktor internal yang bersifat
psikologis, sedangkan faktor penarik merupakan faktor yang berasal dari obyek
wisata yang berupa tawaran atau promosi. Faktor pendorong yang bersifat
psikologis antara lain kebutuhan hiburan atau relaksasi dari kejenuhan
rutinitas kerja, menjalin hubungan kekerabatan dan keakraban dalam keluarga
atau pertemanan, menunjukkan gengsi atas kelas sosial dan gaya hidup
berdasarkan tujuan wisata, alasan pembelajaran atau pengetahuan yang ingin
didapatkan ketika berwisata, dan dorongan nilai-nilai keagamaan. Sedangkan,
faktor penarik yang ditawarkan oleh obyek wisata antara lain keindahan alam,
wahana hiburan, fasilitas penunjang disekitar obyek wisata, akses menuju obyek
wisata, biaya yang harus dikeluarkan, tingkat keamanan, dan karateristik
kebudayaan. Faktor-faktor penarik inilah yang harus diperhatikan dalam
mengembangkan industri pariwisata. Prinsip industri pariwisata untuk
menghadirkan ‘surga’ dan memanjakan wisatawan adalah modal utama menjadi obyek
wisata unggulan.
B.
Strategi
pariwisata dalam bisnis islam
Untuk pengembangan wisata di Indonesia, Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif telah menandatangani kesepakatan bersama Majelis Ulama
Indonesia (MUI), untuk mendorong pariwisata tersebut berkembang di Indonesia.
Islam
sangat mempengaruhi kultur hidup orang-orang Indonesia, sehingga wacana
penerapan pariwisata sangat besar potensinya
untuk berkembang dan akan memperoleh dukungan luas baik pemerintah maupun dunia
usaha. Salah satunya adalah tersedianya berbagai produk halal yang dapat
menunjang pertumbuhan wisata dalam islam. Hal ini ditandai dengan meningkatnya
konsumsi produk halal.
Ada
lima komponen yang dimasukkan dalam wisata berbasis islami oleh Kementrian
Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Kemamenparekraf) dan MUI yaitu sektor
kuliner, fashion muslim, perhotelan, akomodasi, kosmetik dan haji umrah. Berdasarkan
demografi masyarakat dunia saat ini, sekitar 56 persen warga muslim berada
dalam masa produktif. “Mereka mulai mengubah kebiasaan dari muslim tradisional
ke muslim modern yang tidak menolak perubahan,” katanya.
Pemilik
jaringan Hotel (Bang Jay) itu menjelaskan, kriteria umum pariwisata dalam islam
ialah;
1.
memiliki
orientasi kepada kemaslahatan umum.
2.
memilik
orientasi pencerahan, penyegaran, dan ketenangan.
3.
menghindari
kemusyrikan dan khurafat.
4.
bebas
dari maksiat.
5.
menjaga
keamanan dan kenyamanan.
6.
menjaga
kelestarian lingkungan. Ketujuh, menghormati nilai-nilai sosial budaya dan
kearifan lokal.
Sedangkan empat faktor dalam mengelolah suatu bisnis, yang
dilakukan rasulullah dalam berbisnis yaitu:
1.
Sidiq
2.
Amanat
3.
Tabligh
4.
Fatonah
C.
Strategi
pariwisata yang dijalankan di Karimunjawa
Perencanaan
strategis
Pada bisnis pariwisata di daerah pesisir ini tujuan utamanya adalah
bagaimana wisatawan asing maupun lokal bisa menikmatai surga kami,
surga lautan, surganya Karimunjawa surga milik Tuhan”.
2.
Perencanaan
taktis
Rencana ini mengarahkan kegiatan yang dilakukan saat ini dan dalam
waktu dekat, biasanya bisnis pariwisata merupakan bisnis yang sangat tepat,
banyak dibutuhkan, serta diminati oleh setiap kalangan. Namun sebagai pembisnis
kita harus memiliki kekuatan kreatif, kekuatan strategis, dan kekuatan
psikologis optimis dari setiap orang di tempat kerja. Karena setiap wisatawan saat
ini sangat sensitif dengan kualitas, biaya, serta gaya hidup penduduk setempat pada
saat ini.
3.
Perencanaan
operasional
Rencana ini dirancang untuk menerjemahkan rencana jangka panjang kedalam
serangkaian kegiatan yang lebih rinci. Pada perencanaan ini industrialisai
pariwisata dikarimunjawa sangat memperhatikan biaya, kualitas, serta kepuasan
wisatawan yang berkunjung.
D.
Strategi
hubungan industrialisasi pariwisata
1.
Wisatawan
memiliki hubungan penting dengan lingkungan sekitar
Ø Menjaga atau mengamankan asetnya,
Ø Mengembangkan modal atau asetnya supaya memberikan nilai tambah
yang tinggi,
Ø Meningkatkan penghasilannya.
2.
Demikian
pula perusahaan/masyarakat juga memiliki kepentingan terhadap tamu/wisatawan
yang tak kalah banyaknya
Ø Sebagai sumber kesempatan kerja,
Ø Sebagai sumber penghasilan,
Ø Sebagai sarana melatih diri, memperkaya pengalaman kerja serta
meningkatkan keahlian dan keterampilan,
Ø Tempet pengembangan karier, dan
Ø Tempat mengaktualisasikan keberhasilan.
DOKUMENTASI


LANDASAN TEORI
A.
Perencanaan
strategi
Proses perencanaan strategi bisnis
ini dimulai dari perencanaan strategi (strategi pleaning), perencanaan
taktis(tactical pleaning), dan perencanaan operasional(operational pleaning).
Apabila dilakukan perumusan strategi bisnis ketiga perencanaan
strategi tersebut diimplikasikan dalam bentuk tindakan.
1.
Perencanaan
strategi merupakan proses penentuan tujuan utama dari suatu organisasi bisnis,
dan kemudian memilih serangkaian tindakan serta mengalokasikan sumber dan yang
timbul mencapai tujuan tersebut.
2.
Perencanaan
taktis meliputi pelaksanaan kegiatan yang telah ditentukan oleh rencana
strategis, rencana statis mengarahkan kegiatan yang dilakukan saat ini dan
dalam waktu dekat yang dibutuhkan untuk melakukan strategi keseluruhan.
3.
Perencanaan
operasional menetapkan standar terperinci yang mengarahkan implementasi dari
rencana taktis. Kegiatan ini meliputi pemilihan target kerja spesifik serta penugasan
tim dan karyawan untuk melaksanakan rencana tersebut.
B.
Strategi
hubungan pariwisata dalam islam
Bagian terbesar dari proses perencanaan strategis berkisaran pada
penentuan menggunakn kemampuan terbaik perusahaan dipandang dari sudut peluang
dan ancaman pasar. Karena pengetahuan pelanggan telah meningkat, sehingga lebih
kritis dan selalu membandingkan produk sejenis yang ditawarkan oleh para
kompititor.
1.
Hubungan
budaya dan pariwisata
Banyak
keterkaitan yang terjadi antara budaya dan pariwisata, karna budaya adalah
salah satu aset penting yang bisa ditawarkan atau dijual kepada wisatawan agar
mereka berwisata didaerah tersebut.
Budaya
tidak hanya tari-tarian, nyanyian adat,dsb. Budaya bisa juga makanan khas dan
kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakaukan. Mungkin bagi orang asli daerah
tersebut, budaya mereka terkesan biasa (karena mereka sering melakukannya) tapi
bagi wisatawan mancanegara itu bisa menjadi daya tarin tersendiri. Suatu daerah
jika bisa mengemas/menyajikan suatu budaya dari daerah itu tersendiri dengan
baik dan modern (tanpa harus meninggalkan unsur-unsur pokok budaya tersebut)
maka itu bisa menjadi keuntungan yang luar biasa. Contohnya Taman Nasional
Karimunjawa (TNKJ), selain pantai dan pemandangan indah yang ditawarkan untuk
para wisatawan, tetapi Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ) juga mengemas
budaya-budayanya dengan sedemikian rupa sehingga banyak turis asing yang
berkunjung ke Karimunjawa.
Ada
banyak cara sebenarnya untuk memajukan pariwisata dinegara kita. Memang untuk
memajukan pariwisata budaya bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga masyarakat
kita. Namun tentunya Kementrian Kebudayan dan Pariwisata, serta Dinas
Pariwisata diseluruh daerah di Indonesia, sebagai instansi pemerintah yang
bertugas memajukan kebudayaan dan pariwisata Indonesia, memiliki tanggung jawab
yang lebih besar.
Pertama,
Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata sesuai dengan fungsinya yang hanya sebagai
perumus kebijakan, harus berani dan tegas dalam menentukan konsep, visi, dan
misi pariwisata budaya Indonesia.
Kedua,
sesuai dengan semangat otonomi daerah yang menyerahkan tugas pengembangan
kebudayaan dan pariwisata kepada Dinas Pariwisata di masing-masing daerah, maka
Dinas Pariwisata harus benar-benar menangkap pelimpahan tugas dan wewenang itu
sebagai peluang untuk memajukan masyarakat didaerahnya. Sebagai contoh kekayaan
budaya yang kita miliki, maka disetiap kabupaten atau kota Dinas Pariwisata
minimal dapat mendirikan satu pusat atau sentra pariwisata budaya yang
menampilkan keanekaragaman budaya diwilayahnya masing-masing. Bentuk kongretnya
adalah didirikannya semacam Taman Nasional Karimunjawa.
Ketiga,
para pengamat pariwisata dan budaya sudah saatnya untuk lebih mengutamakan
kajian dan penelitian yang merekomendasikan bagaimana memajukan kebudayaan dan
pariwisata Indonesia dibandingkan dengan kajian dan penitian yang selalu
memberikan kritik yang belum tentu konstruktif terhadap kebijakan pembangunan
pariwisata dan budaya, yang seringkali justru menyebabkan ketakutan pada
instansi pemerintah untuk mengambil kebijakan.
Keempat,
peran serta masyarakat dalam pembangunan sentra-sentra budaya dimasing-masing
daerah harus diutamakan.
Bila
pembangungan industrial pariwisata ini dapat segera dilakukan dengan terarah
dan berkesinambungan diseluruh daerah di Karimunjawa, maka kelestarian budaya,
inovasi dan kreativitas budaya, kerukunan antar budaya, lapangan pekerjaan,
pemasukan terhadap pendapatan daerah dan devisa negara adalah sumbangan penting
yang dpat diberikan oleh bidang pariwisata budaya untuk peradaban Indonesia
yang lebih baik dimasa mendatang.
2.
Hubungan
pariwisata dalam islam
Menurut
saya tidak masalah, asal dijalankan dengan semestinya. Sekarang ini juga banyak
wisata religi atau sering juga disebut dengan wisata ziarah. Mereka berwisata
sekalian juga berziarah ke makam-makam para pejuang islam. Pemahaman wisata
dalam islam adalah safar untuk merenungi keindahan ciptaan Allah SWT, menikmati
indahnya alam nan agung sebagai pendorong jiwa manusia untuk menguatkan
keimanan terhadap keesaan Allah dan memotivasi menunaikan kewajiban hidup.
Karena refresing jiwa perlu untuk memulai semangat kerja baru.
Dalam
beragama, ada aturan dalam pariwisata. Periwisata yang menjadi rekomendasi oleh
islam adalah pariwisata yang berhubungn dengan sepiritualitas, berziarah, dan perkunjungan
ketempet-tempat bersejarah islam, perkunjungan tentang kebesaran ciptaan Allah,
seperti pemandangan alam, gunung berapi, pemandangan bawah laut, dan
sejenisnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Anem Kosong
Anem Pitana, I Gde dan Gayatri, Putu G.Ilmu Pariwisata: Sebuah Pengantar
Perdana. Jakarta. 2005.
Tulungen, J Johnnes,
dkk. Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
2003.
Kusnadi, M.A, Akar Kemiskinan Nelayan. LKiS.
Yogyakarta. 2006.
Pendit,
Nyoman S. Perempuan Pesisir. LkiS.Yogyakarta. 1994
http://mirajnews.com/id/artikel/opini/potensi-wisata-syariah-di-indonesia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar