STUDI KELAYAKAN BISNIS
Kopma Printing
ANALISA
BISNIS
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah : Praktik Bisnis
Dosen Pengampu : Ekawati Rahayu
Ningsih, S.H., MM.

Disusun Oleh
Ahmad Burhanuddin (1320310200)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
KUDUS
JURUSAN SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM/
MBS
TAHUN 2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Perkembangan teknologi yang semakin pesat mengharuskan para pelaku
usaha dan masyarakat untuk lebih cepat beradaptasi pada perkembangan teknologi
tersebut. Hadirnya mesin fotocopy merupakan suatu bagian dari perkembangan
teknologi tersebut yang sangat dirasakan manfaatnya. Mesin fotocopy ini sangat
dibutuhkan bagi semua kalangan. Baik dari pelajar, mahasiswa, pegawai kantor,
dan masyarakat pada umumnya.
Mesin fotocopy
adalah peralatan kantor yang membuat salinan ke atas kertas dari dokumen, buku,
maupun sumber lain. Mesin fotocopy zaman sekarang menggunakan xerografi, proses
kering yang bekerja dengan bantuan listrik maupun panas. Biasanya dalam sebuah
pekerjaan, mesin fotocopy sangat dibutuhkan untuk memperbanyak data dan dokumen
secara singkat dan mudah. Kita dengan mudah memperbanyak gambar dan tulisan,
tinggal tekan tombol, tunggu sejenak, semua pekerjaan penggandaan beres.
Sekarang ini, di
kota Kudus sudah banyak usaha yang menyediakan jasa fotocopy namun, setelah
kami amati di tempat fotocopy lain masih terdapat beberapa kekurangan.
Diantaranya para pegawai kurang profesional, hasil fotocopyan kurang memuaskan,
jam kerja terbatas, dan fasilitas lain yang ditawarkan kurang lengkap.
Dari
permasalahan-permasalahan di atas muncul obsesi dari kami untuk mendirikan
usaha jasa foto copy yang lebih memuaskan pelanggan.
B.
Dasar Gagasan Pengembangan Bisnis
Usaha fotocopy Kopma Printing
merupakan usaha perseorangan yang di dirikan oleh Mahasiswa Anggota Kopma STAIN
Kudus. Usaha fotocopy Kopma Printing merupakan usaha dalam bidang
fotocopy yang di peruntukkan untuk segala kalangan yang menyediakan, jasa Print
laser, fotocopy, penjilidan, laminating, Cetak Foto, ATK, dll
konsep dari usaha jasa
fotocopy kami ini adalah layanan prima 10 jam. Jadi, Kopma
Printing berusaha memberikan layanan terbaik bagi pelanggan yaitu dengan
jam kerja 10 jam. Hal ini dimaksudkan agar para konsumen tidak kesulitan
mencari tempat fotocopy yang buka 10 jam. Selain itu karyawan kami
juga akan melayani kapanpun tanpa mengantri dengan cara mengirimkan file ke
alamat email Kopma Printing.
C. Usaha
dan Alamat Usaha
Kami menamai usaha ini dengan nama “Kopma Printing” dengan harapan dari usaha yang kami jalankan
tidak hanya kami sendiri yang merasakan, tetapi juga orang-orang disekitar kami
juga yang merasa
puas dengan layanan yang kami berikan.
Nama Usaha : Kopma Printing
Alamat Usaha : Jl.Conge Ngembalrejo PO.BOX 51. Bae Kudus
59322
Contact Person : 085-728-031-323 / 085-640-530-802
D. Struktur
Organisasi
Manajer : Moh. Syaefur Rohman
Karyawan Komputer : Mega Puspita Sari
Ahmad Burhanuddin
Karyawan Fc :
Siti Mardliyah
Habib Hasan
BAB II
PEMBAHASAN
Studi kelayakan
bisnis merupakan suatu gagasan usaha yang kemudian dituangkan dalam perhitungan bisnis. Bisa juga dikatakan
sebagai sebuah penelitian yang mencakup banyak aspek-aspek penting pada sebuah
usaha. Fungsinya adalah sebagai dasar penelitian yang nantinya bisa digunakan untuk mengambilan keputusan dalam berbisnis. Oleh karena itu studi
kelayakan usaha ini cukup penting untuk dilakukan dan sangat berpengaruh bagi
kelangsungan bisnis. Adapun pada
tugas kali ini penulis
akan menjelaskan mengenai
apa saja aspek-aspek penting yang harus diketahui dalam penyusunan studi kelayakan usaha yang penulis lakukan. Lalu hal apa saja yang perlu diperhatikan? Berikut informasi
selengkapnya. Memulai Pembuatan Studi Kelayakan Bisnis Kecil Studi kelayakan usaha ini
biasanya terbagi menjadi dua bagian, yaitu orientasi laba dan orientasi sosial.
Maksudnya tentu sudah cukup jelas, yaitu untuk mencari keuntungan atau untuk
tujuan yang tidak terlalu memikirkan keuntungan ekonomis saja. Dalam membuat studi kelayakan dalam bisnis yang penulis jalani saat ini ada aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan.
A. Visi, Misi Dan Moto Kopma Printing
Ø VISI : menjadi mitra yang baik dan di percayai oleh konsumen.
Ø MISI : memberikan layanan dengan kualitas terbaik dan terlengkap di bidang nya.
Ø MOTO :
ü RAMAH dalam pelayanan
ü JUJUR dalam bekerja
ü BERSIH dalam penyajian
ü INDAH dalam penataan
ü NYAMAN bagi pengunjung
B. Perencanaan Awal
Adapun
langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut:
1). Penataan Tempat Usaha
Prospek usaha
fotocopy sangat menjanjikan dan pasar akan terus berkembang. Usaha foto copy di
operasikan di Jalan Conge Ngembalrejo PO.BOX 51, Bae Kudus 59322. Yaitu
tepatnya di kawasan kampus STAIN Kudus.
Berdasarkan tempat yang telah ditentukan oleh pemilik, pengelola
melakukan penataan usaha yang menjadi prioritas utama atas dasar penyesuaian
situasi dan kondisi yang nyata.
2). Penyediaan Sarana dan Prasarana
1.
Penyediaan
mesin fotocopy.
2.
Kertas
dengan berbagai ukuran dan ketebalan.
3.
Penyediaan
tinta mesin fotocopy.
4.
Penyediaan
mesin laminating
5.
Penyediaan
alat pemotong kertas
6.
Penyediaan
etalase.
7.
Penyediaan
meja.
8.
Penyediaan
alat-alat untuk menjilid berupa:
@ Staples besar
@ Staples kecil
@ Cutter
@ Mistar
@ Lakban
@ Kertas Bufallo
@ Mika
9. Sarana dan prasarana
penunjang lainnya sesuai dengan kebutuhan.
3). Rencana Manajemen Keuangan
Rincian dana yang diperlukan antara lain:
1.
2 Mesin
Fotocopy : 2X Rp 25.000.000 =
Rp 50.000.000,-
2.
Kertas
(F4, A4) : 100 Rim X Rp 25.000 = Rp 2.500.000,-
3.
Kertas
(Buram) : 10 Karton X Rp 160.000 = Rp
1.600.000,-
4.
Plastik
Kertas : 2 X Rp 60.000 = Rp
120.000,-
5.
Tinta
mesin fotocopy : 3kg X Rp 125.000 =
Rp 375.000,-
6.
Tinta
Print Epson : 2 X 4warna X Rp
35.000 = Rp 280.000,-
7.
Etalase =
Rp 1.500.000,-
8.
Meja
dan Kursi =
Rp 300.000,-
9.
Alat
pemotong kertas = Rp
2.500.000,-
10.
Mesin
Laminating =
Rp 1.000.000,-
11.
Alat-alat
untuk menjilid:
- Staples
besar = Rp 1.800.000,-
- Steples
sedang
= Rp 250.000,-
- Steples
kecil : 2 X @ Rp 27.000,-
= Rp 54.000,-
- Staples
paling kecil : 2 X @ Rp 10.000,-
= Rp 20.000,-
- Cutter :
2 X @ Rp 10.000,- =
Rp 20.000,-
- Mistar
besi :
2 X @ Rp 5.000,- = Rp 10.000,-
-
Lakban : 2 X @ Rp
10.000,- = Rp 20.000,-
-
Kertas Bufalo : 6 X @ Rp
25.000,- = Rp 150.000,-
- Mika : 6 X @ Rp 25.000,- = Rp 150.000,-
Jumlah
keseluruhan =
Rp 66.129.000,-
4). Rencana Manajemen Sumber Daya Manusia
a.
Jabatan dan uraian tugas
1.
Manajer
Berperan
sebagai kasir dan sekaligus sebagai penaggung jawab operasional.
2.
Karyawan
Berperan
sebagai pelaksana pengoperasian computer, mesin foto copy sekaligus melayani
konsumen.
b.
Jam Kerja
Toko
fotocopy “Kopma Printing” menggunakan jam kerja hari senin s/d Jum’at (jam
06.00 - 16.00). diluar jam kerja tersebut Kopma Printing juga masih melayani
konsumen/pelanggan (selama masih ada karyawan ditoko) guna untuk menambah laba.
C. TUJUAN USAHA
ü Menerapkan konsep wirausaha dalam melakukan usaha bisnis fotocopy.
ü Usaha jasa fotocopy yang kami buat dapat diterima oleh konsumen
khususnya dari orang-orang sekitar yaitu pelajar, mahasiswa, pegawai kantor,
dan masyarakat pada umumnya.
ü Menambah pengalaman dalam membuat rencana bisnis, proses pembuatan,
cara memasarkan, dan pengelolaan keuntungan yang diperoleh dari hasil
penjualan.
ü Terciptanya usaha yang mendatangkan keuntungan bagi mahasiswa, dan
juga memberi peluang / kesempatan kerja bagi masyarakat luas serta dapat
memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang dunia usaha.
E.
MANFAAT
Usaha
jasa fotocopy kami ini bermanfaat untuk:
a)
Meringankan
dan memperingkas pekerjaan para pelajar, mahasiswa, para pekerja, dan
masyarakat sekitar dalam memperbanyak dokumen atau berkas.
b)
Menyediakan
berbagai macam ATK yang digunakan para pengguna alat tulis.
c)
Memenuhi kebutuhan dan permintaan para konsumen.
d)
Melatih
mahasiswa / anggota Kopma STAIN Kudus dalam berwirausaha.
BAB II
STRATEGI PEMASARAN
A.
SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONING
1.
Segmentasi
Yang
menjadi segmen dari usaha foto copy adalah semua segmen pasar (umum).
2.
Targeting
Yang
menjadi target market adalah Pelajar, Pegawai, dan karyawan serta masyarakat
pada umumnya
3.
Positioning
Kami
ingin menciptakan image atau citra perusahaan di benak konsumen sebagai tempat
fotocopy yang berkualitas dengan harga yang pas dan membuat pelanggan puas.
B.
PENAWARAN
1.
Perkembangan penawaran saat ini
Perkembangan penawaran disektor
usaha foto copy pada saat ini memang umum di lingkungan kampus. Hal tersebut
disebabkan karena sektor usaha ini sudah dibidik secara serius. Oleh karena
itu, agar usaha foto copy menjadi lebih baik maka perlu peningkatan penawaran
yang memberikan nilai lebih bagi konsumen dengan cara mendiskon harga dengan
ketentuan yang berlaku.
2.
Prospek penawaran di masa yang akan datang
Mengingat
adanya peluang yang besar dalam usaha foto copy pada masa yang akan datang,
maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan nilai lebih dan manfaat bagi
konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif (lebih banyak produk yang
ditawarkan dalam hal ini tidak dimiliki oleh pesaing) maupun lebih kompetitif
(dilihat dari kualitas kertas dan hasil copy dan harga dalam hal ini tidak
terlalu diperhitungkan dikarenakan para pesaing juga melakukan banting harga)
maka karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang
memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi.
C.
PROGRAM PEMASARAN
1.
Tingkat pelayanan
Dalam
usaha ini kami memberikan layanan yang memuaskan melalui layanan langsung,
pemesanan dan tepat waktu pekerjaan .
2.
Penetapan harga
Penetapan harga yang akan dilakukan
adalah dengan menetapkan harga berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha,
dimana kami mencari keuntungan yang relatif sehingga dapat menjalankan usaha
secara continue untuk meningkatkan pangsa pasar.
D.
PROMOSI
Promosi merupakan objek vital dalam bidang pemasaran, karena dalam
promosi produk itu sendiri bisa dikenalkan kepada konsumen. Tetapi dalam hal
pemasaran fotocopy tidak memerlukan promosi berlebihan karena langsung
berhubungan dengan konsumen dan mesin fotocopy.
E.
STRATEGI PEMASARAN
1.
Pemasaran Produk
Beberapa
cara memasaran produk saya adalah dengan :
a)
Melakukan
promosi via people ( teman, saudara dan masyarakat).
b)
Melakukan
promosi via elektronik ( handphone, jejaring sosial di internet seperti BBM,
facebook, twitter, dan lain-lain).
2.
Tingkat Pelayanan
Dalam
usaha ini, kami memberikan pelayanan yang memuaskan melalui layanan langsung 10
jam, pegawai yang ramah dan cekatan, serta tepat waktu pekerjaan.
3.
Penetapan Harga
Penetapan harga
yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga berdasarkan tingkat
keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan yang relatif sehingga
dapat menjalankan usaha secara continue untuk meningkatkan pangsa pasar.
BAB III
PRODUKSI OPERASIONAL
A.
PROSES OPERASI USAHA
Proses operasi perusahaan meliputi rencana penjualan, rencana
persediaan produk, penjadwalan pegawai dan penggajian, pengawasan kualitas, dan
pengawasan biaya penjualan dan pemesanan.
B.
KEBUTUHAN BAHAN OPERASI
Kebutuhan bahan operasi fotocopy
dikelola oleh pimpinan mengenai kebutuhan bahan operasi yang meliputi
pendanaan, jumlah produk, dan kegiatan pemasaran.
C.
KEGIATAN PERAWATAN MESIN
Mesin fotocopy yang digunakan
mempunyai umur ekonomis selama empat tahun. Kegiatan perawatan mesin kami
menggunakan tenaga ahli mesin sesuai dengan mesin-mesin yang kami gunakan.
Misalnya perawatan mesin copy, perawatan dilakukan secara berkala dan
berkelanjutan dengan menggunakan tenaga ahli dari mitra kerja kami.
ü
BAB IV
ANALISIS
A.
KELAYAKAN DENGAN ANALISIS SWOT
Bisnis fotocopy sekarang ini jika kita melihat pangsa pasar yang
setiap harinya sangat membutuhkan mesin fotocopy atau jasa fotocopy. Dalam
bisnis ini sudah layak dilakukan sebab sistem internal yang dimiliki seperti:
lokasi, modal, SDM, dan sarana dan prasarana sudah bisa tercukupi secara efektif
dan efisien. Jika melihat sisi eksternal bisnis ini juga layak dilakukan karena
pangsa pasar yang jelas dan lokasi yang cukup strategis. Penentuan ketentuan
yang diperoleh untuk mencapai BEP antara total pengeluaran dan total pendapatan
sangat cepat dicapai. Untuk pengambilan keputusan mengenai kelayakan bisnis
perlu mengambil analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats),
adapun analisisnya adalah sebagai berikut:
1.
Strength (Kekuatan)
Ø Sumber daya manusia yang unggul baik dari segi kuantitas maupun
kualitas.
Ø Memiliki modal yang cukup.
Ø Kemampuan dalam tataran konsep dan praktek.
Ø Hasil fotocopy yang bagus karena mesin baru dan terawat.
Ø Kemampuan melakukan pengembangan usaha karena dari unit usaha ini
akan mampu menyediakan kebutuhan dan keinginan yang lain.
Ø Memiliki relasi bisnis fotocopy yang banyak.
2.
Weakness (Kelemahan)
Ø Pengelola masih berstatus mahasiswa, memungkinkan fungsi kontrol yang
kurang baik.
Ø Jam kerja harus menyesuaikan dengan waktu perkuliahan.
Ø Sulitnya koordinasi antara pemilik usaha dengan pengelola usaha.
3.
Opportunity (Peluang)
Ø Kecenderungan mahasiswa memfotocopy materi kuliah daripada membeli
buku.
Ø Dekat dengan pangsa pasar dan aktivitas administrasi.
Ø Mampu mengerjakan pekerjaan dalam partai besar karena pengelola
memiliki akses yang banyak.
4.
Threats (Tantangan)
Ø Mengalami kesulitan dalam perkembangan usaha, karena usaha baru
berada pada fase perintis.
Ø Tingginya biaya operasional ketika usaha baru mulai berdiri.
Ø Belum memahami karakter konsumen.
B.
Perkiraan Break Event Point (BEP)
Perkiraan
dihitung melalui rata-rata penghasilan bersih perbulan:
v Pendapatan Rata-rata:
FC
Buram 200 Rim X 500 X 100 = Rp.10.000.000,-
FC HVS/Laser
40 Rim X 500 X 150 =
Rp. 3.000.000,-
Print
Epson 4 rim X 500 X 300 =
Rp. 600.000,-
Cetak
Foto 3x4 25 X 3000 = Rp. 75.000,-
Jumlah
Laba Kotor =
Rp. 15.175.000,-
v Biaya yang dikeluarkan selama satu bulan:
Tinta Fc : Rp. 125.000 X 4kg =
Rp 500.000,-
Tinta
Print : =
Rp 100.000,-
Kertas
Buram : 200 rim X Rp 16.000,- =
Rp 3.200.000,-
Kertas
HVS : 44 rim X Rp
25.000,- = Rp 1.100.000,-
Plastik
Kertas : 2 X Rp 60.000,- = Rp 120.000,-
Lakban : 20 X Rp 10.000,- = Rp 200.000,-
Kertas
Foto : Rp 25.000,-
= Rp 25.000,-
Listrik : Selama 1 bulan =
Rp 600.000,-
Tenaga
Kerja : 4 Karyawan X Rp 500.000,-
= Rp 2.000.000,-
Pengeluaran
Lain-lain
= Rp 1.000.000,±
Total
pengeluaran
= Rp 8.845.000,-
Laba bersih = (Laba
kotor perbulan – Biaya pengeluaran perbulan)
= (Rp. 15.175.000 - Rp 8.845.000)
= Rp. 6.130.000,-
Laba
bersih
Rp. 6.130.000
= 8,1
Jadi BEP dapat
dilakukan pada 6 bulan bisnis berjalan dengan operasi mesin sebanyak ±200
rim/bulan.
BAB V
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari hasil analisis beberapa faktor,
ternyata usaha fotocopy mampu memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan
layak untuk dijalankan. Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha
fotocopy pada masa yang akan datang. Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan
akan fotocopy semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kepentingan
masyarakat dalam meminimalisasi biaya.
B.
SARAN
Dalam menjalankan usaha fotocopy,
yang perlu diperhatikan adalah mengenai bagaimana menjaga kualitas hasil
fotocopy yang baik, menjaga stabilitas stock kertas serta mencari segmen yang
tepat. juga menentukan kualitas hasil produk yang di hasilkan.