Selasa, 26 April 2016

STUDI KELAYAKAN BISNIS
Kopma Printing
ANALISA BISNIS
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Praktik Bisnis
Dosen Pengampu : Ekawati Rahayu Ningsih, S.H., MM.
Disusun Oleh
Ahmad Burhanuddin (1320310200)
 


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM/ MBS
TAHUN 2016
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Perkembangan teknologi yang semakin pesat mengharuskan para pelaku usaha dan masyarakat untuk lebih cepat beradaptasi pada perkembangan teknologi tersebut. Hadirnya mesin fotocopy merupakan suatu bagian dari perkembangan teknologi tersebut yang sangat dirasakan manfaatnya. Mesin fotocopy ini sangat dibutuhkan bagi semua kalangan. Baik dari pelajar, mahasiswa, pegawai kantor, dan masyarakat pada umumnya.
            Mesin fotocopy adalah peralatan kantor yang membuat salinan ke atas kertas dari dokumen, buku, maupun sumber lain. Mesin fotocopy zaman sekarang menggunakan xerografi, proses kering yang bekerja dengan bantuan listrik maupun panas. Biasanya dalam sebuah pekerjaan, mesin fotocopy sangat dibutuhkan untuk memperbanyak data dan dokumen secara singkat dan mudah. Kita dengan mudah memperbanyak gambar dan tulisan, tinggal tekan tombol, tunggu sejenak, semua pekerjaan penggandaan beres.
            Sekarang ini, di kota Kudus sudah banyak usaha yang menyediakan jasa fotocopy namun, setelah kami amati di tempat fotocopy lain masih terdapat beberapa kekurangan. Diantaranya para pegawai kurang profesional, hasil fotocopyan kurang memuaskan, jam kerja terbatas, dan fasilitas lain yang ditawarkan kurang lengkap.
            Dari permasalahan-permasalahan di atas muncul obsesi dari kami untuk mendirikan usaha jasa foto copy yang lebih memuaskan pelanggan.

B.     Dasar Gagasan Pengembangan Bisnis
            Usaha fotocopy Kopma Printing merupakan usaha perseorangan yang di dirikan oleh Mahasiswa Anggota Kopma STAIN Kudus.  Usaha fotocopy Kopma Printing merupakan usaha dalam bidang fotocopy yang di peruntukkan untuk segala kalangan yang menyediakan, jasa Print laser, fotocopy, penjilidan, laminating, Cetak Foto, ATK, dll
konsep dari usaha jasa fotocopy kami ini adalah layanan prima 10 jam. Jadi, Kopma Printing berusaha memberikan layanan terbaik bagi pelanggan yaitu dengan jam kerja 10 jam. Hal ini dimaksudkan agar para konsumen tidak kesulitan mencari tempat fotocopy yang buka 10 jam. Selain itu karyawan kami juga akan melayani kapanpun tanpa mengantri dengan cara mengirimkan file ke alamat email Kopma Printing.

C.    Usaha dan Alamat Usaha
Kami menamai usaha ini dengan nama “Kopma Printing” dengan harapan dari usaha yang kami jalankan tidak hanya kami sendiri yang merasakan, tetapi juga orang-orang disekitar kami juga yang merasa puas dengan layanan yang kami berikan.
Nama Usaha                : Kopma Printing
Alamat Usaha              : Jl.Conge Ngembalrejo PO.BOX 51. Bae Kudus 59322
Alamat Email              : kopmaprinting@gmail.com
Contact Person            : 085-728-031-323 / 085-640-530-802

D.    Struktur Organisasi
Manajer                       : Moh. Syaefur Rohman
Karyawan Komputer  : Mega Puspita Sari
  Ahmad Burhanuddin
Karyawan Fc               : Siti Mardliyah
                                      Habib Hasan
                                     



BAB II
PEMBAHASAN
Studi kelayakan bisnis merupakan suatu gagasan usaha yang kemudian dituangkan  dalam  perhitungan bisnis. Bisa juga dikatakan sebagai sebuah penelitian yang mencakup banyak aspek-aspek penting pada sebuah usaha. Fungsinya adalah sebagai dasar penelitian yang nantinya bisa digunakan untuk mengambilan keputusan dalam berbisnis. Oleh karena itu studi kelayakan usaha ini cukup penting untuk dilakukan  dan  sangat  berpengaruh  bagi  kelangsungan  bisnis. Adapun pada tugas kali ini penulis akan menjelaskan mengenai apa saja aspek-aspek penting yang harus diketahui dalam penyusunan studi kelayakan usaha yang penulis lakukan. Lalu hal apa saja yang perlu diperhatikan? Berikut informasi selengkapnya. Memulai Pembuatan  Studi  Kelayakan  Bisnis Kecil Studi kelayakan usaha ini biasanya terbagi menjadi dua bagian, yaitu orientasi laba dan orientasi sosial. Maksudnya tentu sudah cukup jelas, yaitu untuk mencari keuntungan atau untuk tujuan yang tidak terlalu memikirkan keuntungan ekonomis saja. Dalam membuat studi kelayakan dalam bisnis yang penulis jalani saat ini ada aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan.
A. Visi, Misi Dan Moto Kopma Printing
Ø  VISI                : menjadi mitra  yang baik dan di percayai oleh konsumen.
Ø  MISI               : memberikan layanan dengan kualitas terbaik dan terlengkap                                    di bidang nya.
Ø  MOTO            :
ü  RAMAH dalam pelayanan
ü  JUJUR dalam bekerja
ü  BERSIH dalam penyajian
ü  INDAH dalam penataan
ü  NYAMAN  bagi pengunjung

B. Perencanaan Awal
            Adapun langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut:
1). Penataan Tempat Usaha
Prospek usaha fotocopy sangat menjanjikan dan pasar akan terus berkembang. Usaha foto copy di operasikan di Jalan Conge Ngembalrejo PO.BOX 51, Bae Kudus 59322. Yaitu tepatnya di kawasan kampus STAIN Kudus. 
Berdasarkan tempat yang telah ditentukan oleh pemilik, pengelola melakukan penataan usaha yang menjadi prioritas utama atas dasar penyesuaian situasi dan kondisi yang nyata.
2). Penyediaan Sarana dan Prasarana
1.      Penyediaan mesin fotocopy.
2.      Kertas dengan berbagai ukuran dan ketebalan.
3.      Penyediaan tinta mesin fotocopy.
4.      Penyediaan mesin laminating
5.      Penyediaan alat pemotong kertas
6.      Penyediaan etalase.
7.      Penyediaan meja.
8.      Penyediaan alat-alat untuk menjilid berupa:
@ Staples besar
@ Staples kecil
@ Cutter
@ Mistar
@ Lakban
@ Kertas Bufallo
@ Mika
9.      Sarana dan prasarana penunjang lainnya sesuai dengan kebutuhan.
3). Rencana Manajemen Keuangan
Rincian dana yang diperlukan antara lain:
1.      2 Mesin Fotocopy       : 2X Rp 25.000.000               = Rp 50.000.000,-
2.      Kertas (F4, A4)           : 100 Rim X Rp 25.000           = Rp   2.500.000,-
3.      Kertas (Buram)           : 10 Karton X Rp 160.000      = Rp   1.600.000,-
4.      Plastik Kertas              : 2 X Rp 60.000                      = Rp      120.000,-
5.      Tinta mesin fotocopy  : 3kg X Rp 125.000                = Rp      375.000,-
6.      Tinta Print Epson        : 2 X 4warna X Rp 35.000      = Rp      280.000,-
7.      Etalase                                                                         = Rp   1.500.000,-
8.      Meja dan Kursi                                                           = Rp      300.000,-
9.      Alat pemotong kertas                                                  = Rp   2.500.000,-
10.  Mesin Laminating                                                       = Rp   1.000.000,-
11.  Alat-alat untuk menjilid:
- Staples besar                                                             = Rp 1.800.000,-
- Steples sedang                                                          = Rp    250.000,-
- Steples kecil              : 2 X @ Rp 27.000,-               = Rp      54.000,-
- Staples paling kecil  : 2 X @ Rp 10.000,-                = Rp      20.000,-
- Cutter                        : 2 X @ Rp 10.000,-                = Rp      20.000,-
- Mistar besi                : 2 X @ Rp   5.000,-               = Rp      10.000,-
- Lakban                      : 2 X @ Rp 10.000,-               = Rp      20.000,-
- Kertas Bufalo           : 6 X @ Rp 25.000,-               = Rp    150.000,-
- Mika                          : 6 X @ Rp 25.000,-               = Rp    150.000,-
9. Sarana dan prasarana penunjang lainnya                      = Rp  2.500.000,-
Jumlah keseluruhan                                                           = Rp 66.129.000,-



4). Rencana Manajemen Sumber Daya Manusia
a.      Jabatan dan uraian tugas
1.      Manajer
Berperan sebagai kasir dan sekaligus sebagai penaggung jawab operasional.
2.      Karyawan
Berperan sebagai pelaksana pengoperasian computer, mesin foto copy sekaligus melayani konsumen.
b.      Jam Kerja
Toko fotocopy “Kopma Printing” menggunakan jam kerja hari senin s/d Jum’at (jam 06.00 - 16.00). diluar jam kerja tersebut Kopma Printing juga masih melayani konsumen/pelanggan (selama masih ada karyawan ditoko) guna untuk menambah laba.

C.  TUJUAN USAHA
ü  Menerapkan konsep wirausaha dalam melakukan usaha bisnis fotocopy.
ü  Usaha jasa fotocopy yang kami buat dapat diterima oleh konsumen khususnya dari orang-orang sekitar yaitu pelajar, mahasiswa, pegawai kantor, dan masyarakat pada umumnya.
ü  Menambah pengalaman dalam membuat rencana bisnis, proses pembuatan, cara memasarkan, dan pengelolaan keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan.
ü  Terciptanya usaha yang mendatangkan keuntungan bagi mahasiswa, dan juga memberi peluang / kesempatan kerja bagi masyarakat luas serta dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang dunia usaha.


E.     MANFAAT
Usaha jasa fotocopy kami ini bermanfaat untuk:
a)      Meringankan dan memperingkas pekerjaan para pelajar, mahasiswa, para pekerja, dan masyarakat sekitar dalam memperbanyak dokumen atau berkas.
b)      Menyediakan berbagai macam ATK yang digunakan para pengguna alat tulis.
c)      Memenuhi kebutuhan dan permintaan para konsumen.
d)     Melatih mahasiswa / anggota Kopma STAIN Kudus dalam berwirausaha.



BAB II
STRATEGI PEMASARAN

A.    SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONING
1.      Segmentasi
Yang menjadi segmen dari usaha foto copy adalah semua segmen pasar (umum).
2.      Targeting
Yang menjadi target market adalah Pelajar, Pegawai, dan karyawan serta masyarakat pada umumnya
3.      Positioning
Kami ingin menciptakan image atau citra perusahaan di benak konsumen sebagai tempat fotocopy yang berkualitas dengan harga yang pas dan membuat pelanggan puas.

B.     PENAWARAN
1.      Perkembangan penawaran saat ini
Perkembangan penawaran disektor usaha foto copy pada saat ini memang umum di lingkungan kampus. Hal tersebut disebabkan karena sektor usaha ini sudah dibidik secara serius. Oleh karena itu, agar usaha foto copy menjadi lebih baik maka perlu peningkatan penawaran yang memberikan nilai lebih bagi konsumen dengan cara mendiskon harga dengan ketentuan yang berlaku.
2.      Prospek penawaran di masa yang akan datang
Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha foto copy pada masa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan nilai lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif (lebih banyak produk yang ditawarkan dalam hal ini tidak dimiliki oleh pesaing) maupun lebih kompetitif (dilihat dari kualitas kertas dan hasil copy dan harga dalam hal ini tidak terlalu diperhitungkan dikarenakan para pesaing juga melakukan banting harga) maka karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi.

C.    PROGRAM PEMASARAN
1.      Tingkat pelayanan
Dalam usaha ini kami memberikan layanan yang memuaskan melalui layanan langsung, pemesanan dan tepat waktu pekerjaan .
2.      Penetapan harga
Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan yang relatif sehingga dapat menjalankan usaha secara continue untuk meningkatkan pangsa pasar.

D.    PROMOSI
Promosi merupakan objek vital dalam bidang pemasaran, karena dalam promosi produk itu sendiri bisa dikenalkan kepada konsumen. Tetapi dalam hal pemasaran fotocopy tidak memerlukan promosi berlebihan karena langsung berhubungan dengan konsumen dan mesin fotocopy.

E.     STRATEGI PEMASARAN
1.      Pemasaran Produk
Beberapa cara memasaran produk saya adalah dengan :
a)        Melakukan promosi via people ( teman, saudara dan  masyarakat).
b)        Melakukan promosi via elektronik ( handphone, jejaring sosial di internet seperti BBM, facebook, twitter, dan lain-lain).

2.      Tingkat Pelayanan
Dalam usaha ini, kami memberikan pelayanan yang memuaskan melalui layanan langsung 10 jam, pegawai yang ramah dan cekatan, serta tepat waktu pekerjaan.

3.      Penetapan Harga
Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan yang relatif sehingga dapat menjalankan usaha secara continue untuk meningkatkan pangsa pasar.



BAB III
PRODUKSI OPERASIONAL
A.    PROSES OPERASI USAHA
Proses operasi perusahaan meliputi rencana penjualan, rencana persediaan produk, penjadwalan pegawai dan penggajian, pengawasan kualitas, dan pengawasan biaya penjualan dan pemesanan.

B.     KEBUTUHAN BAHAN OPERASI
Kebutuhan bahan operasi fotocopy dikelola oleh pimpinan mengenai kebutuhan bahan operasi yang meliputi pendanaan, jumlah produk, dan kegiatan pemasaran.

C.    KEGIATAN PERAWATAN MESIN
Mesin fotocopy yang digunakan mempunyai umur ekonomis selama empat tahun. Kegiatan perawatan mesin kami menggunakan tenaga ahli mesin sesuai dengan mesin-mesin yang kami gunakan. Misalnya perawatan mesin copy, perawatan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan dengan menggunakan tenaga ahli dari mitra kerja kami.


ü   
BAB IV
ANALISIS
A.    KELAYAKAN DENGAN ANALISIS SWOT
Bisnis fotocopy sekarang ini jika kita melihat pangsa pasar yang setiap harinya sangat membutuhkan mesin fotocopy atau jasa fotocopy. Dalam bisnis ini sudah layak dilakukan sebab sistem internal yang dimiliki seperti: lokasi, modal, SDM, dan sarana dan prasarana sudah bisa tercukupi secara efektif dan efisien. Jika melihat sisi eksternal bisnis ini juga layak dilakukan karena pangsa pasar yang jelas dan lokasi yang cukup strategis. Penentuan ketentuan yang diperoleh untuk mencapai BEP antara total pengeluaran dan total pendapatan sangat cepat dicapai. Untuk pengambilan keputusan mengenai kelayakan bisnis perlu mengambil analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats), adapun analisisnya adalah sebagai berikut:
1.      Strength (Kekuatan)
Ø  Sumber daya manusia yang unggul baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Ø  Memiliki modal yang cukup.
Ø  Kemampuan dalam tataran konsep dan praktek.
Ø  Hasil fotocopy yang bagus karena mesin baru dan terawat.
Ø  Kemampuan melakukan pengembangan usaha karena dari unit usaha ini akan mampu menyediakan kebutuhan dan keinginan yang lain.
Ø  Memiliki relasi bisnis fotocopy yang banyak.
2.      Weakness (Kelemahan)
Ø  Pengelola masih berstatus mahasiswa, memungkinkan fungsi kontrol yang kurang baik.
Ø  Jam kerja harus menyesuaikan dengan waktu perkuliahan.
Ø  Sulitnya koordinasi antara pemilik usaha dengan pengelola usaha.

3.      Opportunity (Peluang)
Ø  Kecenderungan mahasiswa memfotocopy materi kuliah daripada membeli buku.
Ø  Dekat dengan pangsa pasar dan aktivitas administrasi.
Ø  Mampu mengerjakan pekerjaan dalam partai besar karena pengelola memiliki akses yang banyak.

4.      Threats (Tantangan)
Ø  Mengalami kesulitan dalam perkembangan usaha, karena usaha baru berada pada fase perintis.
Ø  Tingginya biaya operasional ketika usaha baru mulai berdiri.
Ø  Belum memahami karakter konsumen.

B.     Perkiraan Break Event Point (BEP)
Perkiraan dihitung melalui rata-rata penghasilan bersih perbulan:
v  Pendapatan Rata-rata:
FC Buram               200 Rim X 500 X 100             = Rp.10.000.000,-
FC HVS/Laser          40 Rim X 500 X 150             = Rp.  3.000.000,-
Print Epson             4 rim X 500 X 300                  = Rp.     600.000,-
Cetak Foto 3x4       25 X 3000                               = Rp.       75.000,-
Jilid                         600 X 2500                             = Rp.  1.500.000,-
Jumlah Laba Kotor                                                 = Rp. 15.175.000,-
v  Biaya yang dikeluarkan selama satu bulan:
Tinta Fc                  : Rp. 125.000 X 4kg                = Rp    500.000,-
Tinta Print               :                                               = Rp     100.000,-
Kertas Buram         : 200 rim X Rp 16.000,-          = Rp 3.200.000,-
Kertas HVS                        : 44 rim X Rp 25.000,-            = Rp 1.100.000,-
Plastik Kertas         : 2 X Rp 60.000,-                    = Rp    120.000,-
Lakban                    : 20 X Rp 10.000,-                  = Rp    200.000,-
Kertas Foto             : Rp 25.000,-                           = Rp      25.000,-
Listrik                     : Selama 1 bulan                     = Rp    600.000,-
Tenaga Kerja          : 4 Karyawan X Rp 500.000,- = Rp 2.000.000,-
Pengeluaran Lain-lain                                             = Rp  1.000.000,±
Total pengeluaran                                                   = Rp 8.845.000,-

Laba bersih =  (Laba kotor perbulan – Biaya pengeluaran perbulan)
                    = (Rp. 15.175.000 - Rp 8.845.000)
                    = Rp. 6.130.000,-

BEP = Harga mesin fotocopy (Canon ir 5075 Rp 25.000.000 x 2)
                                                      Laba bersih

BEP = Rp 50.000.000
Rp. 6.130.000
        = 8,1
Jadi BEP dapat dilakukan pada 6 bulan bisnis berjalan dengan operasi mesin sebanyak ±200 rim/bulan.



BAB V
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dari hasil analisis beberapa faktor, ternyata usaha fotocopy mampu memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha fotocopy pada masa yang akan datang. Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan fotocopy semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kepentingan masyarakat dalam meminimalisasi biaya.

B.     SARAN

Dalam menjalankan usaha fotocopy, yang perlu diperhatikan adalah mengenai bagaimana menjaga kualitas hasil fotocopy yang baik, menjaga stabilitas stock kertas serta mencari segmen yang tepat. juga menentukan kualitas hasil produk yang di hasilkan.